Senin, 30 Maret 2015

Selamat tinggal



Isak tangis pecahlah sudah
Saat kerandamu mulai dijunjung
Semua anakmu berduka
Air mata cucumu pun tak terbendung

Aku tak tau kapan mengalir
Airmata ini semakin deras terasa
Hingga tiba hujan petir
Basahi hati yang terluka

Senyum khas tubuh tegarmu
Hingga saat kau sembunyikan tangismu
Aku masih saja tak menyangka
Semua itu kata perpisahan

Ahh, kau selalu sembunyikan semuanya
Seakan ingin kau tanggung sendiri
Apa kau terlalu khawatir?
Membuat sedih kami semua?

Kek, kami bangga padamu
Tak ada yang tak sayangimu
Kami masih kerap bersedih
Meski tlah lama kau pergi~

Artikel Terkait

Seorang manusia biasa penuh dosa. Haiiii~

Diberdayakan oleh Blogger.